Cara Menghitung Status Gizi Balita



Cara Menghitung Status Gizi Balita

Cara paling mudah untuk mengetahui status gizi balita ialah dengan melihat status berat badan mereka di Kartu Menuju Sehat (KMS). Jika berat badan anak tersebut mengikuti garis pertumbuhan (warna yang sama) atau berpindah ke warna yang ada di atasnya maka status gizi anak tersebut bisa dipastikan dalam kondisi baik. Atau melihat Kenaikan Berat Badan Minimal (KBM) anak setiap bulan. Standar KBM setiap bulan juga tercantum di KMS.
Akan tetapi,  KMS hanya menggambarkan 1 (satu) indicator dari 3 (tiga) indicator status gizi pada balita, yaitu hanya indicator BB/U (baca: berat badan menurut umur), sedangkan indicator lainnya seperti BB/TB (baca:berat badan menurut tinggi badan) dan TB/U (baca: tinggi badan menurut umur) tidak dapat dicover oleh KMS.
Ketiga indicator tersebut sangat penting diketahui karena anda bisa mengindetifikasi secara mendalam penyebab dari masalah gizi yang dialami oleh seorang balita, apakah kronis atau akut, sehingga memungkinkan seorang tenaga kesehatan menetapkan rencana intervensi yang tepat.
Menghitung satus gizi dengan menghitung nilai Z-Score merupakan salah satu cara dan paling sering digunakan dalam menghitung status gizi balita. Hingga saat ini telah tersedia baku standar untuk ketiga indeks status gizi tersebut yang dikeluarkan oleh WHO.
Akan tetapi, sebelum saya menguraikan rumus perhitungan nilai Z-Score tersebut, maka terlebih dahulu anda harus memahami terlebih dahulu beberapa konsep dasar seperti menghitung umur (akan kami jelaskan pada tulisan yang lain), rekomendasi baku rujukan dan klasifikasi satus gizi balita.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar